RSS

Welcome to my Blog. Enjoy reading :)

Selasa, 15 Desember 2009

Ribut-ribut NTU (lagi)..

Masih ingat kasus David? Sebagai warga negara Indonesia umumnya dan warga Smuki pada khususnya, tentu saja sulit lupa dengan kasus ini. Saya masih ingat dengan jelas kali pertama kasus ini booming, gerakan anti NTU langsung menjadi buah bibir di smak 1.

Tahap demi tahap dilalui oleh pihak keluarga untuk mencari keadilan untuk David. Para ahli dimintai pendapat terhadap kasus ini sehingga akhrinya terungkaplah fakta-fakta yang menunjukan bahwa David dibunuh, yang tentu saja dibantah keras oleh pemerintah Singapura dan NTU.

Saya rasa fakta bahwa David dibunuh (bukannya membunuh, seperti di awal-awal pemberitaan) sudah diterima sebagai fakta oleh masyarakat. Terbukti dengan revisi dan ralat di media massa terkemuka, seperti Kompas. Tuntutan untuk mencari keadilan pun semakin deras dari dalam negeri.

Beberapa hari yang lalu, saya membaca Kompas seperti keseharian saya biasa. Entah tanggal berapa (saya rasa bisa dicari infonya di google), saya melihat iklan NTU. Melihat iklan NTU, saya pun tidak terkejut karena memang sudah cukup sering muncul di Kompas. Memang saat ini sudah memasuki tahap penerimaan mahasiswa baru sehingga tidak heran jika pihak NTU gencar memasang iklan di koran-koran Ibu Kota. Namun, yang cukup membuat saya kaget, di salah satu edisi iklan tersebut, ada seorang mahasiswa dari Indonesia, bersama dengan orang tuanya memberikan testimonial di iklan tersebut. Bukan sebuah testimonial kecil dengan tanda kutip kecil di ujung bawah iklan. Melainkan justru testimonial dan tulisan "mahasiswa dari Indonesia" lah yang menjadi sentral iklan tersebut.

Awalnya tentu saja saya kaget. Bukankah kasus David belum selesai? Bukankah kasus David pernah dan masih ditutupi sepihak oleh pemerintah Singapura? Kok mahasiswa ini berani sekali, ya? Bahkan sampai foto orangtuanya ikut dipajang! Tidak heran, gerakan kecam mengecam anak ini, yang saya ketahui kemudian sebagai anak smuki, pun mengalir, bahkan sampai ada grup yang khusus mengecam aksi anak ini di FB.

Kesan pertama saya tentu saja heran dan mempertanyakan aksi tersebut. Secara logika, tentu saja iklan ini merupakan propaganda efektif dari NTU untuk menyatakan bahwa di balik kasus David masih ada mahasiswa Indonesia (bahkan anak SMUKI) yang "bahagia" kuliah di sana . Tentunya ini sangat menguntungkan pihak NTU serta menjatuhkan opini umum di publik Indonesia, yang katanya "kecam NTU". Tetapi saya pun berusaha berpikir positif. Mungkin saja anak tersebut mempunyai alasanya sendiri yang entah apa tetapi saya yakin cukup kuat untuk mendorongnya melakukan hal tersebut. Lagipula, terlepas dari kasus David, namanya juga IKLAN, yang tentu saja sah-sah saja memajang gambar ataupun isi apapun selama tidak melanggar hukum.

Salah satu link kecam-mengecam ada di :
http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/11/iklan-tanpa-empati-model-teman-sekelas-david-di-smu/

Awal membaca, saya pun cukup setuju dengan penulis. Tetapi semakin saya membaca komentar-komentar yang ada di bawahnya, rasa itu pun lenyap. Digantikan dengan rasa kesal terhadap si penulis yang memang memaksakan kehendaknya sebagai kebenaran yang wajib diikuti semua warga negara Indonesia. Bagi saya, mengecam boleh. Mengajak orang mengecam juga boleh. Tetapi memaksakan kehendak itu tidak boleh. Argumen-argumen yang dilontarkan oleh pihak-pihak di sana yang kontra dengan sang penulis pun masuk akal, perlu, dan patut dipertimbangkan.

Dari tulisan penulis, terlihat bahwa beliau merupakan lulusan ITB. Di dalam komentar-komentar yang ada, dengan jelas beliau membanggakan kualitas ITB yang diklaim sepihak oleh beliau "lebih bagus" daripada NTU. Saya tidak mau menyinggung masalah "mana yang lebih bagus". Tetapi dari segi kesopanan, nalar, dan kemampuan untuk bertoleransi, justru tulisan beliau menunjukan di level mana beliau berada. Bukan bermaksud untuk menggenelarisir, secara logika, sekaligus menunjukan di level mana ITB berada.

Saya yakin para pembaca sekarang ini sudah cukup pintar dan terdidik untuk menilai hal tersebut.



PS:
Perlu diingat bahwa tulisan saya ini bukan untuk menjelekan pihak manapun, baik itu penulis artikel, universitas tertentu, maupun pihak tertentu lainnya. Tulisan ini adalah hasil pemikiran, opini, dan tanggapan seorang Melia atas kejadian yang dilihatnya.

Sabtu, 12 Desember 2009

Another-not-important-story

Yeay! Exam is finally over! Although I'm sure that the results will be very disappointing, though.
While I was studying, one question popped up in my head.

"Why do I need to study?"

May be this was not the first time this thing came up. Well, I can not and will not deny that human being must learn in order to achieve better understanding, either in academic study or daily life. Then I asked another question to myself.

"Why do I need to study those economy, sociology, accounting, history, and others?"

"Aiming for avoiding the remedy, good score, better mark, rank."

"What's for?"

"It guarantees you the brighter future. Good university, good position in your career and in society."

"And then, what?"

"Good salary, fulfill my own need.Success"

Okay..
Continue writing the "what" will not come to an end, since we are an avaricious existence.
I bet the "what" will end when we reach the finish line someday..

It looks like that every body is on the same boat. Don't we?

Rabu, 02 Desember 2009

Ada yang kehilangan hape??

Hari senen kemaren, rasanya gw melakukan hal bodoh ketika gw mendapatkan rejeki.

Jadi ceritanya, pas hari senen kemaren (30/11/09) gw pergi ke sekolah dengan terkantuk-kantuk. Di dalem mobil aja, masih pake acara tidur segala. Nah ceritanya, dimulai pas gw mao turun di Ukrida. Emang biasanya gw selalu turun di Ukrida. Pas gua turun, mata gw yang baru melek ini ngeliat sesuatu di jalan. Pas di sebelah dalem garis yang ada di pinggiran jalan itu, pokoknya tempat kaki lu turun pertama kali menginjak jalan raya di ukrida, gw ngeliat sesuatu warnanya merah" gitu. Sekilah sih, kayak casing hape. Gua kirain itu casing hape, tapi bagian belakangnya doang, jadi gak ada hapenya gitu. Sambil ragu", akhirnya gw ngambil juga tuh barang dari jalanan. Pas gua balik, ngeliat layarnya, gw mpe bengong. Nokia E63!! Masih baru! Mengkilap, kinclong, bahkan masih ada penutup layarnya! Gile bener.. Gua langsung kaku. Maklum lahh,ya..Pagi-pagi buta, masih setengah sadar, dapet barang ter-mahal yang pernah gw temui di pinggir jalan.

Langsung deh gw mikir.
Mending ambil dulu tuh hape ato langsung gw geletakin di jalan?
Harganya sekarang berapa ya?
Punya anak Ukrida apa anak Smuki ya?
...

Eh, sialnya, mungkin karena pose kaku gw yang goblok banget, ato emang aura shock gw kentara banget, gw jadi ditegor sama satpam yang lagi jaga di Ukrida sana..


"Kenapa kamu, dek?"
"Hah?*masih shock n gak sadar* ada hape, Pak"

Nah.. Tiba-tiba gw inget omongan guru-guru waktu tk dulu..
"inget ya,kalo ketemu barang berharga, kasih ke polisi.."

Nah, dalem kondisi linglung di pagi hari,
gw menganggep satpam = polisi = bisa dipercaya = pasti bakalan nyari orang yang punya..
ckckck, beginilah orang yang terlalu polos ( ato gebleg? )

nah, si satpam nanya lagi..

"Punya kamu?"
*gw diem..*
"Punya kamu bukan?"
akhirnya gw begonya jawab "bukan.."

Langsung dia bilang:
"Kalo bukan punya kamu, sini-in!"

Langsung deh gw melihat "keserekahan" (atau tepatnya nafsu?) di mata dia.
Tangannya langsung terulur, gerakan yang orang bego juga tau maksudnya tuh minta tuh hape.

Langsung saat itu juga, gw merasa nyesel ngomong begitu..
Gua langsung merasa bersalah sama yang benernya punya hape itu.
Well, dia kan juga pasti gak mao hapenya jatoh begitu, kan?

yah, namanya udah disodorin tangan, dan dengan kesadaran itu barang juga bukan punya gw, akhirnya gw kasih juga tuh hape ke satpam.

Nyampe di kelas,
ngobrol" ma orang",
gw baru nyadar betapa gobloknya tindakan gua itu..

Kenapa gak gw ambil aja tuh hape, kasih ke guru smukie?
Ato ambil tuh hape, bukain contact nya, telpon no yang ada di contact nya?

Aduhh..bener" parah gw..

Parahnya lagi, gw bahkan gak inget untuk ngeliat nama tuh satpam yang jelas" ketulis di dadanya!!

Bodohnya gw..
Sekarang gw merasa kesian sama yang punya hape..

Kalo ada yang merasa punya hape E63 baru ilang, bilang ke gua ya..
Biar gw bisa bantuin bersaksi nyari satpam yang piket di Ukrida tanggal 30 Nov..
Sapa tau tuh hape masih selamat..belom dijual ato dipake ma tuh satpam.

Senin, 30 November 2009

Study Tour day 3

I was overslept! Oh my God! It was 6.30AM and we would left the hostel on 8AM! In hurry, I took a shower, did the packing, and rushed to the dining hall. Well, it was not as full as I had imagined. It appeared that many friends of mine who were also overslept. ^^

We planned to depart from hostel on 8AM. But because there were some friends who woke up late, so we had to wait for them and we departed on 8.30 AM. The first destination today was Istana Cipanas. This was my first time seeing this place. It was very beautiful. The crystal lamps, paintings, carpets, chairs, and even the tables were very amusing. No wonder this place was called Istana, after all. We took many photos here, especially with the deer. Really want to have one.. ;)

We left from Istana Cipanas and went to Amen Restaurant. The food was very delicious. Especially Sapi Lada Hitam and Gurame Asam Manis. I loved the beef very much! It had nice, soft, and chewy texture. That was awesome.

Another journey to Istana Bogor. We arrived late. It was so fortunate that the guide still let us in, although I had no interest to see AGAIN this place. Nothing to say, anyway.

We left Istana Bogor, then. Another interesting fact was occured. The bus engine was failed. The engine stopped and didn't want to start. Well, it was very fortunate to have engine failure in the middle of the highway. At least, we could call "derek". Almost an hour, the driver tried to fixed the engine and guess what! The engine was failed because we ran out of fuel! What a silly reason! Due the lateness, we arrived In Jakarta around 8 PM. There were some minor inconvenients but after all, this was the greatest study tour that I have ever experienced.

Sabtu, 28 November 2009

Foto-foto narsis selama karyawisata :)

Ini foto di Istana Bogor..
di tengah" jalannya ada gerombolan rusa yang lagi lewat.
Keliatan gak?

Background komples pabrik adalah gunung..
Aneh.

Study Tour day 2

I didn't remember how long I had slept. Less than 3 hours, I guess. I woke up around 6AM and didn't take any bath. We had breakfast and soon went to visit other factories. Around 8 AM, we arrived at Indoeskrim factory. It has beautiful, clean, tidy, and green environment. It has many strange machine but less human. After did some seeing activity, we were asked to go to auditorium and watched company profile. There was a doorprice too..But, of course, nothing to win T.T
We also given a snack box and milk. Before we left, we were given a chance to buy some ice cream product and I decided to buy Legian ice cream. It was so unfortunate for buying the ice cream. Because in the bus, we were also given a free Monas ice cream! It was like my stomach could not handle it. It was too many food in the morning!

Around 10 AM, we went to Indomilk factory. It was looked like Indoeskrim factory. After finished seeing milk production, yes, we had other chance to buy some of their products. We went back to the bus, then and guess what? Our KFC lunch is arrived already! Couldn't saying that I was eager to eat.

Around 1 PM, we went to Yakult factory. After seeing production machine, we were given two bottles free Yakults and one BIG Yakult bottle as our merchandise. That was a nice merchandise. Afterwards, according to the schedule, we went to Tajur. But due the traffic jam, this schedule was canceled and we went back to hostel and did our preparation for our talent show.

We had our dinner time. But there was something else in our dining room. It was Laron attack!
The Laron flew at every direction to find lights and of course this anoyed us. I had one Laron in my Calamari! It really made me feeling sick. A Laron on top of my Calamari! I guess that was what we called as topping.

There was also Laron attack in our hall to perform a talent show. It still made tonight talent show as an AWESOME show! All the social classes were performed their best and all out! This was the greatest talent show that I have ever experienced. 12 SOS 3 (my class) performed our Saman dance and Ekspresi first. Thanks God, the Saman was very well played. After that, 12 SOS 1 performed the parodi. It was very funny, especially when Mire acted as Ibu AU. She was very talented using Javanese accents! This show was ended by singing "Himne Guru" in order to comemorate Teacher's Day. 12 SOS 4 was to perform next. They performed drama with Tiwil as main character. The next show was performed by 12 SOS 2 who performed Take Me Out in their own version. I didn't know why, but all of the classes were performed something like it-was our-last-time-to-get-together. That was very touching, considering the fact that THIS STUDY TOUR was THE LAST event that we could do while we were in smuki except the PROM and GRADUATION.

After the talent show was over, we ate Pop Mie together and went to sleep afterwards because of the tiredness. There was no chatting tonight.

-to be continued

Foto-foto narsis selama karyawisata :)

Foto di tempat penjualan Tomkins.
Bener-bener gak ada apa-apanya kan?

Jumping pose in front of T-Rex fossil.
Entah kenapa, tiba-tiba gerakan jumping pose jadi sering dilakukan selama karyawisata.
Gak di museum, di lahan parkir pabrik, bahkan masih dibawa juga sampe ke istana.

Ini masih di Museum Geologi.
Pas foto ini diambil, di luar lagi ujan.
Gak penting banget..hahaha